Tradisi pesta panen di Desa Ponre-Ponre Kecamatan Libureng Kabupaten Bone merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun dan memiliki berbagai nilai, seperti nilai estetika, budaya, religius, dan nilai solidaritas. Tradisi Pesta Panen salah satu cara bersilaturahmi mempererat rasa solidaritas dan gotong royong antara masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa solidaritas sosial masyarakat didasarkan atas kesadaran kolektif atau kelompok masyarakat yang merujuk pada rasa kebersamaan dan kepercayaan yang dianut pada masyarakat/lingkungan yang sama.
Pelaksanaan pesta panen terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan penutup.
- Tahap persiapan diawali dengan musyawarah antara pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat untuk menentukan waktu, pembagian tugas, serta bentuk kegiatan. Tahap ini mencerminkan nilai demokrasi lokal, kebersamaan, dan kesepakatan kolektif.
- Tahap pelaksanaan, masyarakat secara kolektif menyiapkan makanan tradisional dan doa bersama. Kegiatan ini mengandung makna kesakralan, ungkapan syukur kepada Tuhan, serta simbol solidaritas sosial.
- Tahap penutup, ditandai dengan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan yang melambangkan pemulihan, keseimbangan dan keharmonisan lingkungan.
Dengan demikian, tradisi pesta panen tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, masyarakat, dan lingkungan.